Drama PAW Rusdi Masse: Arham Gertak Tobo, NasDem Bisa Kehilangan Pimpinan DPRD Luwu Pemilu 2029
SENTRUMnews.com, MAKASSAR — Suasana internal Partai NasDem Sulawesi Selatan memanas seiring rencana pergantian antar waktu (PAW) kursi DPR RI yang ditinggalkan Rusdi Masse Mappasessu (RMS).
Dalam video berdurasi 5 menit 47 detik yang diperoleh redaksi, Rabu (4/2/2026), Eks Ketua DPD NasDem Luwu, Arham Basmin Mattayang yang juga anak sulung calon PAW Hayarna Hakim ini menanggapi keras pernyataan Tobo Haeruddin, Ketua Bidang OKK DPW NasDem Sulsel.
Arham mempertanyakan klaim Tobo yang menyebut Partai NasDem Luwu “terbengkalai”. Ia menolak tudingan itu dan menegaskan bahwa dirinya bersama struktur partai berhasil mengangkat NasDem menjadi Ketua DPRD Kabupaten Luwu dalam kurun kurang dari dua tahun.
“Saudara lebih senior daripada saya, tapi belum tentu memiliki integritas lebih tinggi,” kata Arham. Ia menekankan, tudingan Tobo berpotensi menimbulkan konsekuensi elektoral bagi NasDem di Pemilu 2029, khususnya di Luwu.
Dalam pernyataannya, Arham juga menegaskan bahwa keluarganya tidak pernah mengarahkan kader atau kerabat untuk keluar dari NasDem, menolak keras tuduhan yang disebutnya sebagai hoaks dan fitnah.
“Jabatan ini tidak luar biasa bagi saya dan keluarga. Jadi jangan sentuh urusan kami dan kerja kami di NasDem,” tegasnya.
Rencana PAW muncul setelah RMS mundur dari DPR RI dan kemudian bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di awal 2026. DPW NasDem Sulsel tengah mengevaluasi sejumlah calon pengganti berdasarkan perolehan suara Pileg 2024, status keanggotaan, dan loyalitas kader.
Sebelumnya, Ketua OKK DPW NasDem Sulsel, Tobo Haeruddin, menyatakan, beberapa nama sebelumnya memiliki kendala: Putriana Hamda Dakka (Putri Dakka): gugur karena maju di Pilkada Palopo melalui PDI Perjuangan, Andi Aslam Patonangi: telah mengundurkan diri dari NasDem. serta Haryana Hakim: dinilai memiliki afiliasi politik berbeda karena kedekatannya dengan PSI.
Dengan tersisihnya nama-nama tersebut, Drs H. M Judas Amir, mantan Wali Kota Palopo dua periode, muncul sebagai kandidat paling memenuhi syarat. Tobo menekankan loyalitas dan rekam jejak Judas, termasuk menang dua kali di Kota Palopo dan memimpin NasDem di Luwu-Palopo, sebagai pertimbangan utama untuk pengusulan ke DPP NasDem.
Konflik ini menunjukkan tarik-menarik antara loyalitas kader dan urutan perolehan suara. Meskipun UU Pemilu mengacu pada suara terbanyak sebagai dasar PAW, NasDem masih memiliki ruang diskresi untuk menilai loyalitas dan stabilitas internal.
Arham Basmin Mattayang menekankan pentingnya komunikasi yang halus dalam dinamika internal, memperingatkan Tobo agar tidak merugikan elektabilitas partai.
“Kalau tidak merubah cara komunikasi, yakinlah NasDem tidak akan ada di jajaran pimpinan DPRD Luwu di Pemilu 2029,” ujarnya.
(Sn/Jn)

Tinggalkan Balasan