Palopo Susun RKPD 2027, Fokus SDM Unggul hingga Layanan Digital
SENTRUMnews.com, PALOPO — Pemerintah Kota Palopo mulai tancap gas menyiapkan arah pembangunan 2027. Lewat Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kota Palopo, draf awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dibahas dalam Forum Konsultasi Publik
Forum tersebut berlangsung di Auditorium Ratona, Kantor Wali Kota Palopo, Jumat (27/2/2026). Kegiatan ini dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah Palopo, Zulkifli Halid. Sejumlah unsur turut hadir, mulai dari Forkopimda, pimpinan DPRD, akademisi, pelaku usaha, hingga perwakilan perempuan, anak, pemuda, dan penyandang disabilitas.
Kepala Bapperida Palopo, Ade Chandra, mengungkapkan tema besar RKPD 2027 yakni akselerasi daya saing sumber daya manusia, transformasi ekonomi, layanan publik berbasis infrastruktur inklusif, serta tata kelola digital.
“Ini salah satu tahapan penting penyusunan RKPD. Dokumen ini nanti menjadi dasar merumuskan kebijakan anggaran,” kata Ade Candra.
RKPD 2027 nantinya menjadi pedoman penyusunan Kebijakan Umum APBD Tahun Anggaran 2027. Artinya, arah belanja daerah sudah mulai dikunci sejak sekarang.
Sementara itu, dalam sambutan tertulis Wali Kota Naili Trisal yang dibacakan Zulkifli, ditegaskan bahwa RKPD 2027 merupakan tahun ketiga pelaksanaan RPJMD 2025–2029. Posisi ini dinilai strategis karena menjadi fase evaluasi konsistensi kebijakan dan implementasi program.
“Tahun ketiga ini menjadi momentum penting untuk memastikan program berjalan adaptif, fokus, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” demikian isi sambutan tersebut.
Naili juga meminta seluruh kepala perangkat daerah memperhatikan target kinerja dan sasaran pembangunan 2027. Ia menekankan pentingnya sinkronisasi program prioritas daerah dengan agenda nasional.
Visi “Palopo Baru Menuju Kota Jasa Global” kembali ditegaskan. Namun tantangan ke depan bukan hanya menyusun dokumen, melainkan memastikan akselerasi SDM, transformasi ekonomi, dan digitalisasi layanan publik benar-benar dirasakan masyarakat.
Forum ini pun menjadi titik awal: apakah perencanaan 2027 mampu menjawab persoalan pembangunan atau sekadar rutinitas tahunan. Jawabannya akan terlihat pada implementasi dua tahun ke depan.
(Rs/Sn)

Tinggalkan Balasan