Polemik Muscab Mengemuka, Dedy Minta HIPMI Tinggalkan Kesan Eksklusif dan Pro-UMKM
SENTRUMnews.com, PALOPO — Polemik Musyawarah Cabang (Muscab) V memanaskan internal BPC HIPMI Palopo. Di tengah dinamika tersebut, muncul dorongan agar organisasi pengusaha muda ini tak sekadar sibuk berkontestasi, tetapi fokus menjadi penggerak ekonomi daerah.
Di balik riak polemik itu, pertanyaan mendasar mencuat: hendak dibawa ke mana arah organisasi para pengusaha muda tersebut?
Dewan Pembina BPC HIPMI Palopo, Dedy Irawan Taslim, menegaskan Muscab seharusnya menjadi momentum refleksi, bukan sekadar ajang perebutan posisi.
“HIPMI ke depan harus lebih dari sekadar organisasi profesi. Ia harus menjadi ‘mesin pertumbuhan’ yang inklusif, mandiri, dan berdampak nyata bagi ekonomi daerah. Dan seharusnya dapat bersinergi bersama pemerintah,” kata Dedy, Senin (23/2/2026).
Singgung Stigma Eksklusif
Owner Kafe Upstreet itu tak menampik adanya anggapan bahwa HIPMI kerap dicap sebagai organisasi eksklusif. Menurutnya, stigma tersebut harus dipatahkan dengan membuka ruang seluas-luasnya bagi pelaku UMKM.
“Ke depan semoga HIPMI bisa menjadi tempat kader-kader bertumbuh, tempat ide-ide kecil bisa menjadi usaha lebih besar. Tidak lagi menjadi wadah yang eksklusif. Maka tugas untuk semua kader membuka ruang seluas-luasnya bagi pelaku UMKM untuk terlibat di dalamnya,” ujarnya.
Ia menilai, jika ingin tetap relevan, HIPMI harus menjadi akselerator lahirnya pengusaha baru. Tak hanya berhenti pada jejaring, tetapi juga membangun ekosistem usaha melalui pendampingan, akses permodalan, hingga perluasan pasar.
Di Kota Palopo, menurut Dedy, yang ekonominya ditopang sektor perdagangan dan UMKM, peran tersebut sangat krusial. Ia juga berharap HIPMI dapat menjadi wadah positif bagi calon pemimpin muda yang inovatif dan mandiri.
“Agar stigma negatif tidak lagi terdengar, jadikan organisasi HIPMI menjadi wadah positif dan produktif. Mari jadikan HIPMI sebagai rumah bagi setiap pemimpi yang berani beraksi dan mandiri,” tegasnya.
Pernyataan itu muncul di tengah tahapan Muscab V yang masih berjalan. Verifikasi 111 anggota tengah berlangsung, pengambilan formulir telah usai, dan pengembalian formulir 21–23 Februari masih mengambang. Verifikasi berkas dijadwalkan 24 Februari, penetapan calon 25 Februari, kampanye 26 Februari–5 Maret, dan puncak Muscab 15 Maret 2026 mendatang.
Namun, tahapan tersebut dikabarkan tertunda. Ketua BPC Imbara Firman disebut melakukan penundaan lantaran belum adanya Surat Keputusan (SK) untuk panitia atau Organizing Committee (OC) dan Steering Committee (SC), meski pendaftaran telah berjalan.
Kini publik menanti, apakah HIPMI Palopo mampu melewati polemik ini dan benar-benar bertransformasi menjadi mesin pertumbuhan seperti yang dicita-citakan, atau justru tersandera dinamika internal menjelang Muscab.
(Sn/Jn)

Tinggalkan Balasan