SENTRUMNEWS.COM

Informasi Menginspirasi

Wadirut BULOG Dorong Kepala Daerah se-Luwu Raya Kompak Jadi Lumbung Padi Nasional, dari 11 Penggilingan Modern Salah Satunya Berada di CDOB Luteng

Wakil Direktur Utama Perum BULOG Marga Taufiq menyampaikan sambutan di Gedung Opu Dg Risaju, Palopo, Senin (9/2/2026). (Foto: Dok. Sentrum)

SENTRUMnews.com, PALOPO Wakil Direktur Utama (Wadirut) Perum BULOG, Dr Marga Taufiq, mendorong seluruh kepala daerah di wilayah Luwu Raya untuk kompak membangun sektor pangan agar kawasan ini dapat menjadi lumbung padi nasional.

Apalagi, dari 11 sentra penggilingan padi modern nasional, salah satunya berada di Walenrang–Lamasi (Walmas), Kabupaten Luwu, yang dikenal sebagai wilayah calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Luwu Tengah.

Hal itu disampaikan pada Senin (9/2/2026), saat mantan Pangdam Cenderawasih Papua tersebut memberikan kuliah umum dalam rangka penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Universitas Andi Djemma (UNANDA) Palopo dan Perum BULOG di Gedung Opu Dg Risaju.

“Semua kepala daerah di Luwu Raya harus punya visi besar di sektor pangan. Potensi padi dan komoditas lain harus dijaga dari hulu sampai hilir,” kata Marga.

Marga menegaskan, Luwu Raya memiliki posisi strategis sebagai sentra pangan Sulawesi Selatan, dengan keragaman komoditas mulai dari padi hingga sagu. Namun, tanpa sistem distribusi dan pengolahan yang efisien, petani justru akan dirugikan.

Ia menyebut, BULOG saat ini mengelola 1.540 unit gudang dengan daya tampung sekitar 3,8 juta ton atau delapan persen dari total produksi nasional. Ke depan, BULOG menargetkan peningkatan kapasitas serapan hingga 30 persen atau sekitar 9 juta ton sebagai penyangga stok nasional dan regional.

“Sidrap dan Luwu Raya itu sentra beras penting. Beras Sidrap juga asalnya dari wilayah ini,” ujar mantan Dandim Sawerigading Palopo ini.

Dalam paparannya, Marga juga menyinggung keberadaan sentra penggilingan padi modern di 11 wilayah nasional, yakni sembilan di Jawa, satu di Lampung, dan satu di Lamasi (Walmas) yang segera dibangun. Keberadaan penggilingan tersebut dinilai akan memperkuat rantai pasok dan stabilitas harga di tingkat petani.

Sementara itu, Rektor UNANDA Palopo Dr Annas Boceng mengatakan kerja sama dengan BULOG membuka ruang bagi perguruan tinggi untuk berkontribusi langsung dalam penguatan pangan nasional, khususnya di Luwu Raya.

UNANDA bersama BULOG akan menyalurkan bantuan biaya penelitian kepada sekitar 10–14 mahasiswa S1 dan S2, dengan fokus riset pada pengembangan pangan dan potensi lokal.

“Judul penelitian harus sejalan dengan pengembangan pangan nasional, khususnya di Luwu Raya. Itu yang akan kita danai,” kata Annas.

Kegiatan ini turut dihadiri Pj Sekda Palopo Zulkifli Halid, yang menyebut Marga Taufiq sebagai salah satu putra terbaik Luwu yang berkiprah di tingkat nasional. Diskusi juga menyinggung transformasi kelembagaan BULOG serta penguatan distribusi pangan hingga ke pelosok daerah.

Dengan kolaborasi pemerintah daerah, BULOG, dan perguruan tinggi, Luwu Raya dinilai memiliki peluang besar untuk tampil sebagai poros strategis pangan Indonesia timur.

(Sn/Jn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Klik untuk Baca:

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!