NasDem Sulsel Beri Sinyal Judas Amir Gantikan Rusdi Masse di DPR
SENTRUMnews.com, MAKASSAR — DPW Partai NasDem Sulawesi Selatan memberi sinyal akan mengusulkan mantan Wali Kota Palopo dua periode, H. M. Judas Amir, sebagai calon pengganti Rusdi Masse Mappasessu (RMS) melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW) di DPR RI.
RMS sebelumnya memilih mundur dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI pada awal 2026. Ia kemudian bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dipimpin Kaesang Pangarep, putra Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), dalam Rakernas PSI di Makassar pada akhir Januari lalu.
Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPW NasDem Sulsel, Tobo Haeruddin, mengatakan pihaknya tengah mengevaluasi sejumlah nama calon PAW berdasarkan perolehan suara Pileg 2024, status keanggotaan partai, serta loyalitas kader.
“Setelah meninjau perolehan suara di bawah RMS, kami memprioritaskan figur yang masih ‘steril’, tidak bermasalah, dan memiliki rekam jejak loyal terhadap partai. Nama tersebut akan kami usulkan ke DPP NasDem atas keputusan DPW,” kata Tobo kepada wartawan di Makassar, Selasa (3/2/2026).
Pada Pileg 2024, NasDem meraih dua kursi DPR RI di Dapil III Sulsel yang meliputi Kabupaten Sidrap, Enrekang, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Kota Palopo. RMS, yang terpilih dari dapil tersebut, resmi mengundurkan diri dari partai dan DPR RI pada awal Januari 2026 sebelum bergabung dengan PSI.
Sejumlah nama dengan perolehan suara tinggi dinilai tidak lagi memenuhi syarat. Putriana Hamda Dakka (Putri Dakka), peraih suara ketiga dengan 53.700 suara, gugur lantaran maju sebagai calon Wali Kota Palopo pada Pilkada 2024 melalui PDI Perjuangan dan berhadapan dengan kandidat NasDem.
“Putri Dakka telah bertarung di Palopo melawan NasDem melalui PDIP. Artinya, secara politik ia sudah tidak bersyarat untuk diusulkan,” tegas Tobo.
Sementara itu, Andi Aslam Patonangi, yang berada di posisi keempat, telah mengundurkan diri dari keanggotaan NasDem. Haryana Hakim, peraih suara kelima, juga dinilai memiliki afiliasi politik berbeda karena kedekatannya dengan PSI dan anaknya diketahui Arham Basmin memilih mengundurkan diri sebagai ketua DPD NasDem Luwu.
Dengan tersisihnya nama-nama tersebut, Judas Amir, yang berada di posisi keenam dengan perolehan 12.669 suara, dinilai paling memenuhi kriteria. Tobo menekankan rekam jejak dan kontribusi Judas terhadap partai, termasuk keberhasilannya memenangkan NasDem dua kali di Kota Palopo serta pengabdiannya sebagai Ketua DPD NasDem di Luwu dan Palopo.
“Judas adalah yang paling steril. Dari segi kontribusi dan loyalitas, ia jelas unggul. Ia dua kali memenangkan NasDem di Palopo, dan dari sisi loyalitas serta rekam jejak, ia paling tidak bermasalah,” ujar Tobo.
Menurut Tobo, prestasi tersebut menjadi pertimbangan kuat dalam proses PAW. Pengusulan resmi ke DPP NasDem akan dilakukan setelah DPW Sulsel menggelar rapat internal.
Rapat tersebut dijadwalkan berlangsung setelah Ketua DPW NasDem Sulsel Syaharuddin Alrif, yang juga Bupati Sidrap, kembali dari Jakarta usai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas).
Kekosongan kursi DPR RI Fraksi NasDem di Dapil Sulsel III memicu dinamika internal. Meski Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu menjadikan urutan suara sebagai acuan utama, partai memiliki ruang diskresi untuk mempertimbangkan loyalitas dan stabilitas kader.
Pengamat hukum dan politik Syarifuddin Jalal menilai proses PAW tidak semata administratif. “DPP NasDem berwenang mempertimbangkan stabilitas basis konstituen dan kesetiaan ideologis. Belum adanya konfirmasi resmi menunjukkan proses internal yang hati-hati,” kata Syarifuddin di Palopo, Selasa (3/2/2026).
Ia menambahkan, partai perlu menjaga integritas mekanisme PAW dan menjelaskan secara transparan jika terjadi lompatan urutan suara agar tidak memicu gejolak di tingkat akar rumput.
(Rs/Sn)

Tinggalkan Balasan