Anggaran Rp1,7 Miliar Taman Kejari Wotu Dipertanyakan, Prioritas Dasar Dinilai Terabaikan
SENTRUMnews.com, LUWU TIMUR — Rencana pengalokasian anggaran sebesar Rp1,7 miliar untuk pembangunan taman Kejaksaan Negeri (Kejari) Cabang Wotu menuai sorotan. Isu yang disebut tengah dibahas di tingkat DPRD Luwu Timur itu memantik kritik dari berbagai pihak, salah satunya Forum Pemuda dan Mahasiswa Luwu Timur.
Koordinator forum tersebut, Paslan Ali az-Zahra, menilai rencana pembangunan taman dengan anggaran miliaran rupiah itu tidak mencerminkan prioritas kebutuhan masyarakat. Ia menyebut, di tengah kondisi infrastruktur dasar yang masih terbatas, kebijakan tersebut justru menunjukkan ketimpangan dalam penentuan skala prioritas.
“Ini bukan soal setuju atau tidak terhadap pembangunan, tetapi soal keberpihakan anggaran. Ketika kebutuhan dasar seperti jalan tani dan infrastruktur desa belum terpenuhi, lalu muncul anggaran miliaran untuk taman, maka patut dipertanyakan untuk siapa pembangunan ini,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).
Menurut Paslan, alasan pemerataan pembangunan yang kerap digunakan dinilai kurang tepat dalam konteks tersebut. Ia menegaskan, pemerataan seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai penyebaran proyek, tetapi juga mempertimbangkan dampak langsung terhadap kebutuhan masyarakat.
Ia juga menyinggung peran institusi kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum. Menurutnya, kejaksaan seharusnya lebih fokus pada fungsi utama dalam penegakan hukum dan pengawasan di daerah.
“Alih-alih memperkuat kepercayaan publik melalui kinerja konkret, langkah ini berpotensi menimbulkan kesan bahwa institusi lebih sibuk membangun simbol daripada menyelesaikan persoalan,” katanya.
Forum Pemuda dan Mahasiswa Luwu Timur pun mendesak agar rencana anggaran tersebut dikaji ulang secara serius. Mereka meminta proses penyusunan kebijakan dilakukan secara transparan, rasional, serta melibatkan partisipasi publik.
“Jangan sampai anggaran publik yang bersumber dari rakyat justru digunakan untuk hal-hal yang tidak menjawab persoalan rakyat itu sendiri,” tutupnya.
(Rs/Sn)

Tinggalkan Balasan