SENTRUMNEWS.COM

Informasi Menginspirasi

Kejurcab Domino Palopo Digelar, ORADO Siapkan Atlet Tembus Kejurprov Sulsel 2026

Suasana rapat persiapan Kejurcab oleh pengurus ORADO Palopo, Rabu (8/4/2026). (Foto: Dok. ORADO)

SENTRUMnews.com, PALOPO — Di tengah geliat olahraga yang kerap didominasi cabang populer, langkah Federasi Olahraga Domino Indonesia (ORADO) justru mengangkat domino dari sekadar permainan komunitas menjadi ajang kompetitif berjenjang.

Di bawah komando Budi Sada, Kejuaraan Cabang (Kejurcab) domino disiapkan sebagai pintu menuju Kejuaraan Provinsi Sulawesi Selatan 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 10 April 2026. Ajang ini bukan sekadar turnamen, melainkan seleksi resmi untuk menjaring atlet terbaik.

Rapat persiapan yang digelar di Warkop Sija, Rabu (8/4/2026), menegaskan keseriusan panitia.

Domino kini diperlakukan layaknya cabang olahraga profesional—mulai dari aturan permainan, penataan meja, hingga penggunaan kartu dalam format pertandingan resmi diperhatikan secara detail.

“Ini bukan lagi sekadar permainan santai. Kita dorong jadi olahraga yang terstruktur dan kompetitif,” tegas Budi.

Kejurcab akan mempertandingkan dua kategori, yakni senior (18 tahun ke atas) dan junior (14–18 tahun). Skema ini dinilai penting untuk membuka ruang regenerasi sekaligus menjaga kesinambungan atlet domino di Palopo.

Pengurus ORADO Palopo melakukan simulasi permainan domino sebagai persiapan Kejurcab menuju Kejuaraan Provinsi Sulawesi Selatan 2026. (Foto: Dok. ORADO)

Sebanyak 32 pasang peserta disiapkan ambil bagian dalam Kejurcab ini sebagai langkah awal menuju Kejurprov. Namun, di balik itu, ada tantangan tersendiri. Domino selama ini lekat dengan budaya nongkrong dan interaksi sosial warga. Saat dibawa ke ranah kompetitif, keseimbangan antara profesionalisme dan nilai kebersamaan menjadi hal yang perlu dijaga.

Meski begitu, ORADO tetap optimistis. Dengan persiapan matang dan tingginya minat peserta, mereka menargetkan atlet Palopo tak hanya berpartisipasi, tetapi juga mampu bersaing di tingkat provinsi.

Kejurcab ini pun menjadi lebih dari sekadar agenda olahraga. Ia menjelma sebagai simbol transformasi, bagaimana permainan tradisional perlahan naik kelas, dari meja santai ke panggung prestasi.

(Rs/Sn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Klik untuk Baca:

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!