GMNI: Jangan Hanya Seremonial, Hari Nelayan Harus Percepat Kampung Nelayan Merah Putih
SENTRUMnews.com, JAKARTA — Peringatan Hari Nelayan Nasional kembali digelar pada 6 April 2026. Momentum tahunan ini jadi pengingat pentingnya peran nelayan dalam menopang ketahanan pangan dan ekonomi maritim Indonesia.
Namun, di balik peringatan tersebut, kondisi nelayan di sejumlah wilayah pesisir masih menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari cuaca ekstrem, hasil tangkapan yang tidak menentu, hingga persoalan kesejahteraan yang belum sepenuhnya teratasi.
Ketua DPP GMNI Bidang Buruh, Tani, dan Nelayan, (Burane) Amiruddin Kamli, menyoroti hal tersebut. Ia mendesak pemerintah agar mempercepat realisasi program Kampung Nelayan Merah Putih.
“Hari Nelayan harus menjadi titik tekan kebijakan strategis, bukan sekadar seremoni,” kata Amiruddin dalam keterangannya.
Menurut dia, sejak ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2003 oleh Megawati Soekarnoputri, Hari Nelayan Nasional seharusnya menjadi momentum memperkuat posisi nelayan dalam pembangunan nasional, khususnya sektor kelautan dan perikanan.
Meski demikian, ia menilai hingga kini masih ada kesenjangan antara pengakuan negara dan perlindungan terhadap nelayan di lapangan.
Sementara itu, Kantor Staf Presiden (KSP) sebelumnya menyatakan Indonesia memiliki potensi besar sebagai negara maritim. Dalam pernyataannya, KSP menyebut nelayan sebagai aktor kunci penyedia pangan laut dan penggerak ekonomi maritim nasional.
Meski peran strategis tersebut diakui, berbagai persoalan mendasar dinilai belum sepenuhnya terselesaikan. Nelayan kecil masih menghadapi keterbatasan akses permodalan, minimnya infrastruktur pelabuhan, serta ketergantungan pada tengkulak.
Selain itu, dampak perubahan iklim juga turut memperberat kondisi. Musim tangkap menjadi sulit diprediksi dan risiko saat melaut meningkat.
Program Kampung Nelayan Merah Putih sendiri digagas sebagai solusi terpadu, mencakup penyediaan hunian layak, fasilitas ekonomi, hingga penguatan kelembagaan nelayan. Namun, implementasinya disebut masih belum merata dan berjalan lambat.
Amiruddin menegaskan, momentum Hari Nelayan Nasional harus dimanfaatkan sebagai dorongan konkret bagi pemerintah untuk mempercepat program tersebut.
Ia juga mengingatkan bahwa kontribusi sektor perikanan terhadap ekonomi nasional cukup besar, tetapi belum sepenuhnya berdampak pada kesejahteraan nelayan.
“Nelayan masih menjadi kelompok rentan. Mereka berada di garis depan produksi pangan, tetapi belum merasakan distribusi kesejahteraan secara adil,” pungkasnya.
Percepatan program Kampung Nelayan Merah Putih menjadi langkah konkret yang mendesak untuk menjawab beragam persoalan struktural yang masih membelit kehidupan nelayan hingga saat ini.
(Rs/Sn)

Tinggalkan Balasan