SENTRUMNEWS.COM

Informasi Menginspirasi

Tawarkan Kepemimpinan Kolaboratif, Irianto Ingin HIPMI Palopo Jadi Pusat Inkubasi Bisnis

Irianto Sirande (kiri) berbincang dengan Anggota DPRD Sulsel, Marji Rumpak, jelang Mucab HIPMI Palopo. (Foto: Dok. Ist)

SENTRUMnews.com, PALOPO — Menjelang Musyawarah Cabang (Mucab) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Palopo, dinamika politik organisasi kian terasa. Namun di tengah menghangatnya kontestasi, satu narasi yang terus digaungkan adalah kolaborasi.

Bakal calon Ketua HIPMI Palopo, Irianto Sirande, memilih langkah yang tak terlalu bising. Alih-alih memamerkan dukungan terbuka, ia justru intens bersilaturahmi dengan sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan di Luwu Raya. Strategi itu dinilai bukan sekadar safari perkenalan, melainkan upaya membangun fondasi kepemimpinan.

Anggota DPRD Sulawesi Selatan dari Dapil Luwu Raya, Marji Rumpak, menyebut pendekatan tersebut sebagai langkah membangun legitimasi moral sebelum legitimasi struktural.

“Dalam tradisi sosial masyarakat kita, silaturahmi bukan sekadar etika pergaulan, melainkan mekanisme membangun legitimasi moral,” ujar Marji kepada wartawan, pekan lalu.

Ia menilai, pola itu sejalan dengan teori organisasi modern yang menempatkan kepercayaan sebagai fondasi kepemimpinan. “Kepemimpinan yang berkelanjutan lahir dari akumulasi kepercayaan, bukan hanya mandat prosedural,” tambahnya.

Inkubasi Gagasan, Bukan Sekadar Adu Dukungan
Bagi Irianto, Mucab seharusnya tak berhenti pada hitung-hitungan suara. Ia ingin HIPMI Palopo bergerak lebih jauh sebagai pusat inkubasi bisnis—ruang bertemunya gagasan, mentoring, dan penguatan kapasitas anggota.

“Di tengah realitas ekonomi yang menuntut kolaborasi dan ketahanan, masa depan organisasi tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memimpin, tetapi sejauh mana ia mampu membangun jembatan kepercayaan sebelum memegang amanah,” ujar Irianto dalam keterangannya, Rabu (14/2/2026).

Menurutnya, HIPMI Palopo perlu menjadi ruang temu antara pengusaha muda dan senior. Regenerasi, kata dia, harus berjalan sistematis dan terbuka agar organisasi tak stagnan.

“Anggota baru perlu diberi ruang partisipasi. Stabilitas dan inovasi itu bukan untuk dipertentangkan, tapi dijalankan beriringan,” tegasnya.

Ia menilai, posisi Palopo sebagai kota penyangga pertumbuhan ekonomi di Luwu Raya membuat peran HIPMI semakin strategis. Organisasi pengusaha, lanjutnya, mesti mampu merangkul semua pihak untuk memperkuat ekosistem usaha lokal.

Meski Mucab berada dalam kerangka internal organisasi, dampaknya diyakini meluas. Di banyak daerah, pengusaha muda menjadi motor penciptaan lapangan kerja sekaligus mitra kritis pemerintah dalam mendorong investasi dan inovasi ekonomi.

Marji Rumpak pun melihat peluang itu. “Organisasi pengusaha tidak bisa berjalan sendiri. Ia harus menjadi mitra kritis sekaligus kolaboratif bagi pemerintah,” ujarnya.

Diketahui, tahapan pelaksanaan Mucab sempat dibuka oleh OC dan SC, namun di pending dengan waktu yang tidak ditentukan. Selain Irianto, satu nama lain yang mendaftar adalah Walter Notteboom, yang merupakan putra dari Wali Kota Palopo, Naili Trisal.

Di tengah kontestasi dua kandidat tersebut, langkah silaturahmi yang ditempuh Irianto seolah ingin membingkai Mucab sebagai arena adu gagasan, bukan polarisasi kepentingan. Kini, publik menanti apakah narasi kolaborasi itu benar-benar akan menjadi arah baru HIPMI Palopo ke depan.

(Sn/Jn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Klik untuk Baca:

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!