SENTRUMNEWS.COM

Informasi Menginspirasi

Dirjen Otda Apresiasi Ramadan Leadership Camp Pemprov Sulsel, Dinilai Perkuat Sinergi Pusat-Daerah

Dirjen Otda Kemendagri Cheka Virgouwansyah saat memberikan pembekalan pada Ramadhan Leadership Camp Pemprov Sulsel di Makassar (Foto: Dok. Hms)

SENTRUMnews.com, MAKASSAR — Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kemendagri, Cheka Virgouwansyah, mengapresiasi pelaksanaan Ramadhan Leadership Camp yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan ini dinilai memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam kerangka Asta Cita.

Ramadhan Leadership Camp digelar pada Minggu (22/2/2026) dan diikuti hampir 1.000 pejabat lingkup Pemprov Sulsel. Forum ini menjadi ajang konsolidasi kepemimpinan aparatur sipil negara (ASN) agar arah kebijakan daerah selaras dengan agenda nasional.

“Saya pertama-tama mengucapkan apresiasi kepada Bapak Gubernur yang telah mengumpulkan hampir 1.000 pejabat dalam satu ruangan di bulan suci ini. Mudah-mudahan ini menjadi tonggak bersejarah untuk perubahan Sulawesi Selatan yang lebih baik,” kata Cheka dikutip dari laman pemprov, Senin (23/2/2026).

Menurut Cheka, model penguatan kepemimpinan ASN seperti ini layak dicontoh daerah lain. Ia menilai pengumpulan para pejabat eksekutif dalam satu forum strategis menjadi ruang konsolidasi yang penting dalam birokrasi.

“Kenapa tidak dicontoh? Daerah tentu punya skema dan strategi masing-masing. Mengumpulkan eksekutif dalam satu forum seperti ini adalah hal yang baik,” ujarnya.

Cheka menegaskan, kunci utama sinergi pusat-daerah terletak pada kejelasan kebijakan dan komunikasi yang efektif. Dengan begitu, program nasional dapat diterjemahkan dan dieksekusi secara tepat di tingkat daerah.

Dalam pembekalannya, Cheka juga mengulas pembagian urusan pemerintahan sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Ia menekankan bahwa otonomi daerah bertujuan mendorong pemerataan pembangunan, inovasi pelayanan publik, penguatan demokrasi, hingga pemberdayaan masyarakat tanpa mengabaikan keutuhan NKRI.

Ia menyebut, secara umum indikator makro nasional menunjukkan tren positif dalam hampir 25 tahun pelaksanaan otonomi daerah. Meski sempat tertekan pandemi COVID-19 pada 2020, pertumbuhan ekonomi dan sejumlah indikator kesejahteraan kembali membaik.

Untuk Sulawesi Selatan, Cheka menilai capaian kinerja cukup menonjol. Evaluasi tahun 2024 menunjukkan skor pendidikan dan kesehatan masing-masing mencapai 4,5 (kategori sangat tinggi). Urusan sosial mencatat nilai 5 atau tertinggi nasional, sementara ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat berada di angka 4,8.

“Setiap unsur harus memahami posisinya dan memberikan kontribusi terbaik. Ujung dari semua ini adalah satu, yakni kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan kegiatan ini akan berlangsung selama sepekan. Peserta terdiri dari 735 pejabat eselon II, 100 kepala sekolah, dan 16 direksi BUMD.

Menurut Sudirman, salah satu fokus utama kegiatan adalah membenahi persoalan rendahnya serapan anggaran akibat kendala teknis pengadaan barang dan jasa.

“Banyak yang bisa melaksanakan penganggaran tapi tidak bisa belanja. Yang sering jadi kendala selama ini, di akhir tahun anggaran tidak terserap karena masalah pengadaan barang dan jasa,” ujar Sudirman dalam sambutannya.

Untuk itu, Pemprov menghadirkan pemateri dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Badan Pemeriksa Keuangan, dan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Melalui Ramadhan Leadership Camp ini, Pemprov Sulsel berharap arah kebijakan daerah semakin solid dan selaras dengan program nasional, sekaligus memastikan anggaran terserap optimal demi kesejahteraan masyarakat.

(Rs/Sn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Klik untuk Baca:

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!