Bacalon Ketua HIPMI Palopo Irianto Rajut Dukungan Dewan Sulsel, Akademisi Dorong Perkuat Relasi
SENTRUMnews.com, PALOPO — Di tengah dinamika politik organisasi pengusaha muda, langkah Irianto Sirande, bakal calon Ketua HIPMI Palopo, mulai terlihat. Alih-alih tampil keras di panggung, Irianto memilih jalur klasik yang jarang disorot: silaturahmi dengan tokoh lokal.
Dalam beberapa hari terakhir, ia menemui tokoh seperti Esra Lamban dan drg Marji Rumpak, keduanya anggota DPRD Sulawesi Selatan asal Dapil Luwu Raya. Di rumah salah satu tokoh, Irianto lebih banyak mendengar daripada berbicara.
“Fokusnya pada bagaimana HIPMI bisa menjadi ruang belajar bersama, bukan sekadar struktur formal. Ini contoh kepemimpinan masa depan,” kata Esra dalam keterangan tertulis, Minggu (22/2/2026).
Silaturahmi ini bukan sekadar formalitas. Percakapan membahas UMKM, transformasi digital, hingga tata kelola usaha berintegritas. Bagi drg Marji Rumpak, tradisi silaturahmi juga menjadi mekanisme membangun legitimasi moral.
“Kepemimpinan yang berkelanjutan lahir dari akumulasi kepercayaan, bukan hanya mandat prosedural,” ujarnya.
Dari perspektif akademik, dosen Fakultas Ekonomi Universitas Andi Djemma, Dian Pratiwi SM., MBA, menekankan pentingnya jejaring sosial.
“Organisasi seperti HIPMI tidak dapat bergerak efektif tanpa relasi yang solid. Dalam ekonomi berbasis jaringan, nilai tambah lahir dari relasi yang saling memperkuat, bukan dari kompetisi internal yang terfragmentasi,” tulisnya.
Bagi Irianto, HIPMI Palopo harus menjadi inkubator gagasan bisnis sekaligus pusat penguatan kapasitas anggota. Ia mendorong kolaborasi lintas generasi dan membuka ruang bagi anggota baru agar regenerasi berjalan sistematis.
“Kita butuh stabilitas dan inovasi sekaligus. Itu hanya mungkin jika HIPMI mampu merangkul semua pihak,” ujarnya.
Namun, di balik pertemuan yang tenang, kontestasi internal tetap menunggu. Muscab V HIPMI Palopo sebelumnya mengerucut pada dua calon: Walter Notterboom dan Irianto Sirande. Walter mendaftar lebih dahulu, diikuti Irianto beberapa jam kemudian.
Prediksi duel head-to-head muncul, tapi pembatalan tahapan akibat mundurnya OC dan SC membuat kontestasi menggantung.
Seorang pengurus BPC HIPMI Palopo yang enggan disebut nama mengatakan, “Tunggu saja kelanjutannya, dinamika muscab memang begitu. Yang penting HIPMI jaya dan memberdayakan,” bebernya kepada Sentrum.
Dari ruang-ruang pertemuan itu, wajah kepemimpinan dan kewirausahaan Luwu Raya mulai dirumuskan. Pesan Irianto jelas: masa depan organisasi tidak ditentukan oleh suara paling keras, tapi oleh kemampuan membangun jembatan kepercayaan sebelum memegang amanah.
Bagi pengusaha muda di Palopo, langkah itu bukan sekadar strategi politik; ini pelajaran tentang mendengar, merangkul, dan menumbuhkan inovasi di tengah ketidakpastian ekonomi.
(Rs/Jn)

Tinggalkan Balasan