Pendemo Tutup Trans Sulawesi, Prabowo Diminta Setujui Otsus Luwu Raya
SENTRUMnews.com, PALOPO — Massa yang tergabung dalam Presidium Rakyat Tana Luwu menutup total poros Trans Sulawesi dalam aksi menuntut pemekaran Provinsi Luwu Raya, Jumat (23/1/2026). Aksi ini bertepatan dengan peringatan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke-80 dan diikuti mahasiswa serta elemen masyarakat sipil.
Aksi dimulai dengan salat Jumat berjamaah di halaman Kantor Wali Kota Palopo, sebelum dilanjutkan long march menuju Bukit Kelurahan Sampoddo, Kecamatan Wara Selatan. Penutupan jalan ini menjadi simbol tekanan publik kepada pemerintah daerah dan pusat.
Jenderal lapangan aksi, Ardi Dekal, menegaskan perjuangan mereka tidak berhenti pada 23 Januari.
“Semangat kita tidak akan padam pada 23 Januari. Aksi ini akan terus kami lakukan setiap Jumat, sebagai bentuk peringatan terhadap betapa pentingnya pemekaran otonomi khusus tana Luwu,” ujar Dekal.
Fokus aksi kali ini adalah pemekaran Provinsi Luwu Raya dan pembentukan Kabupaten Luwu Tengah, yang diharapkan mendapat perhatian Presiden Prabowo Subianto dan DPR di pusat.
Para orator menyampaikan tuntutan mereka dari atas mobil kontainer yang dijadikan panggung aspirasi. Tuntutan utama meliputi:
- Mencabut moratorium Daerah Otonomi Baru (DOB).
- Mendesak Gubernur Sulawesi Selatan mengeluarkan surat rekomendasi pemekaran Provinsi Luwu Raya.
- Meminta Presiden Prabowo Subianto memberikan Otonomi Khusus bagi Provinsi Luwu Raya.
Pentolan aktivis Walmas Berdarah 2012, Bayu Purnomo, menilai momentum HPRL ke-80 memberi dimensi historis pada aksi ini.
“Mengaitkan aksi dengan HPRL bukan hanya simbol perlawanan, tetapi juga strategi mobilisasi politik untuk menekankan aspirasi historis masyarakat Luwu kepada pemerintah pusat,” katanya.
Aksi ini mencerminkan ketegangan yang semakin nyata antara aspirasi daerah dan kebijakan moratorium DOB pemerintah pusat. Jika tekanan publik dan aksi simbolik terus berlanjut, jalur politik dan hukum terkait pemekaran Provinsi Luwu Raya diprediksi akan semakin intens dibahas di tingkat nasional.
(Sn/Jn)

Tinggalkan Balasan