Warga Cegah Bakar Ban di Aksi Pemekaran Provinsi Luwu Raya, Mahasiswa Jadi Korban Percikan Api hingga Kaki Melepuh
SENTRUMnews.com, PALOPO — Aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa yang menuntut pemekaran Provinsi Luwu Raya di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, berujung insiden. Seorang mahasiswa mengalami luka bakar di bagian kaki usai terkena percikan api dari ban yang dibakar di lokasi aksi.
Demonstrasi itu berlangsung di depan Taman I Love Palopo, Jalan Poros Trans Sulawesi, Sabtu (10/1/2026) sore. Massa aksi yang mengatasnamakan perjuangan masyarakat Tana Luwu mulai berkumpul sejak pukul 16.00 Wita.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa berencana membakar ban sebagai bentuk simbolik protes. Namun, rencana itu dicegah oleh dua orang warga setempat yang menolak pembakaran ban di lokasi aksi. Pencegahan tersebut memicu adu mulut antara warga dan massa aksi sehingga situasi sempat memanas.
“Silakan demo, tapi jangan bakar ban di sini,” ujar salah seorang warga kepada mahasiswa.
Meski sempat terjadi cekcok, aksi tetap berlanjut. Massa melakukan orasi secara bergantian di atas sebuah mobil truk boks yang diparkir di sekitar lokasi. Dalam orasinya, mahasiswa mendesak pemerintah pusat segera merealisasikan pembentukan Provinsi Luwu Raya.
Sekitar pukul 17.00 Wita, pembakaran ban akhirnya dilakukan. Namun, dalam situasi tersebut, salah satu ban yang terbakar terpantau digulingkan oleh warga. Di saat bersamaan, terdapat upaya penyiraman bahan bakar berwarna hijau jenis pertamax ke ban yang menyala. Percikan api pun menyambar ke arah peserta aksi yang berada di dekat lokasi.
Akibat insiden itu, seorang mahasiswa bernama Wahyu mengalami luka bakar di bagian kaki. Korban diketahui merupakan mahasiswa Teknik Mesin Politeknik Ati Dewantara semester lima.
“Kakinya kena, sampai melepuh,” ujar salah seorang mahasiswa yang menjenguk korban di rumah sakit.
Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Mega Buana yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi aksi untuk mendapatkan perawatan medis.
“Korban atas nama Wahyu, mahasiswa Dewantara” kata Yolan, salah satu peserta aksi, saat ditemui di lokasi.
Sementara itu, aparat kepolisian yang berada di lokasi hanya melakukan pemantauan selama aksi berlangsung dan tidak melakukan tindakan pembubaran. Usai insiden tersebut, massa aksi memilih mengakhiri demonstrasi.
Sekitar pukul 17.30 Wita, para mahasiswa membubarkan diri dengan tertib. Hingga aksi berakhir, tidak ada penangkapan maupun tindakan lanjutan dari pihak kepolisian terkait insiden tersebut.
(Sn/Jn)

Tinggalkan Balasan