SENTRUMNEWS.COM

Informasi Menginspirasi

Alasan Bos Anta Jaya Pilih Wawan Wello: Meniti Karier Bersama Almarhum Awhin dan Asal Sulawesi

Wawan Wello (kiri) dan almarhum Awhin Sanjaya saat masih remaja, tampil di ajang Yamaha Cup Race 2015. (Foto: IG. Ist)

SENTRUMnews.com, PALOPO — Anta Jaya Racing Team akan turun penuh di Grand Final Sulawesi Cup Race (SCR) 2026 di Sirkuit Puncak Mario, Sidrap, 17–18 Januari mendatang. Tim ini menyiapkan strategi matang sambil mengenang almarhum Awhin Sanjaya, salah satu pembalap terbaik mereka.

Bos Anta Jaya, Aldhy Aldrial R. Somalinggi, memilih Wawan Wello sebagai pengganti Awhin. Selain pernah meniti karier bersama almarhum di Pulau Jawa, Wawan juga sama-sama berasal dari Sulawesi, sehingga dianggap tepat untuk melanjutkan semangat dan prestasi Awhin.

Wawan Wello akan turun di empat kelas bergengsi, yaitu BBK 2T UB130 cc Open, BBK 2T Standard 125 cc Open, BBK 4T Tune Up 130cc Mix Open, dan BBK 4T Tune Up 150cc Expert (OP1). Anta Jaya menyiapkan motor dan strategi maksimal untuk menghadapi persaingan ketat di Grand Final SCR 2026.

“Kami optimistis. Wawan Wello akan tampil habis-habisan untuk membayar semangat almarhum Awhin Sanjaya, yang wafat akibat kecelakaan di Grand Final SCP, Zabaq National Circuit, Jambi, 14 Desember 2025,” kata Aldhy, Selasa (6/1/2026).

Aldhy menegaskan, partisipasi Wawan bukan hanya untuk mengejar kemenangan. Lebih dari itu, balapan kali ini menjadi bentuk penghormatan terhadap dedikasi dan semangat almarhum Awhin.

“Target jelas podium. Tapi yang lebih penting, menunjukkan balap bersih, sportif, sekaligus mengenang teman kami,” tambah Aldhy.

Kenapa Wawan Wello?
Pemilihan Wawan Wello sebagai pengganti Awhin bukan kebetulan. Keduanya memiliki sejarah panjang, meniti karier di Pulau Jawa, dan sama-sama berasal dari Sulawesi.

Wawan lahir di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, sedangkan Awhin berasal dari Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

“Mereka sama-sama meniti karir di Jawa dan pembalap asal Sulawesi. Hubungan mereka lebih dari sekadar rekan satu tim, tapi juga sahabat yang saling mendukung sejak awal,” ujar Aldhy.

Anta Jaya telah menyiapkan motor dan strategi secara serius. Sebelum Grand Final, tim melakukan pengecekan performa di padepokan Kate Montormaboer, Yogyakarta, untuk memastikan motor dalam kondisi optimal. Inovasi teknis selalu menjadi ciri khas tim, sehingga kehadiran Anta Jaya selalu dinantikan penggemar balap motor di Sulawesi.

Sebelum wafat, Awhin Sanjaya berhasil mengunci juara umum pada seri ke-4 di Sirkuit Ratona Palopo dengan selisih poin signifikan.

Bersama Anta Jaya, Awhin meraih gelar juara untuk dua kelas: SCR 4 Bebek 4T Mix (ex MP2) Terbukadan SCR 6 Bebek 4T 150cc Up Expert (OP1).

Grand Final SCR seri ke-5 di Puncak Mario Sidrap bukan sekadar ajang unjuk gigi pembalap, tetapi juga pengingat risiko tinggi dalam balap motor. Wawan Wello akan menjadi representasi semangat almarhum Awhin, menampilkan balap yang bersih, sportif, dan penuh penghormatan.

“Ini bukan sekadar soal kemenangan. Ini tentang melanjutkan warisan semangat Awhin dan menunjukkan kepada publik bahwa balap motor juga soal persahabatan, dedikasi, dan keberanian,” kata Aldhy.

Sulawesi Cup Race 2026 diprediksi menjadi salah satu grand final paling emosional dalam sejarah balap motor Sulawesi, sekaligus panggung bagi Wawan Wello membuktikan diri sebagai penerus semangat almarhum Awhin Sanjaya.

(Sn/Jn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Klik untuk Baca:

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!