Awhin Sanjaya Tutup Usia di Lintasan Sumatera: Runner-up Asia 2019, Pimpin Klasemen SCR 2025
SENTRUMnews.com, JAMBI — Pembalap asal Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Awhin Sanjaya, meninggal dunia usai mengalami kecelakaan fatal pada Grand Final Sumatera Cup Prix (SCP) 2025 Piala Bupati Tanjung Jabung Timur. Insiden tragis itu terjadi di Zabaq National Circuit, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, Minggu (14/12/2025) sore.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 17.00 WIB saat balapan kelas Bebek 4 Tak 150 cc Open berlangsung. Berdasarkan tayangan siaran langsung yang beredar, Awhin terlibat tabrakan dengan pembalap lain di tengah persaingan ketat final.
Terjatuh dan Diduga Terlindas
Usai bersenggolan, Awhin terjatuh di lintasan dan diduga terlindas beberapa pembalap yang melaju di belakangnya. Benturan keras membuat helm yang dikenakannya sempat terlepas, sehingga memperparah cedera yang dialaminya.
Awhin yang lahir di Masamba, 22 Februari 1998, dinyatakan meninggal dunia. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, tim, serta komunitas balap motor nasional.
Rekam Jejak Prestasi Awhin Sanjaya
Awhin Sanjaya dikenal sebagai pembalap bertalenta dengan rekam jejak prestasi panjang. Ia pernah menjadi bagian dari Astra Honda Racing Team (AHRT), salah satu tim pembinaan elite di Indonesia.
Nama Awhin mulai dikenal luas setelah meraih runner-up Asia Road Racing Championship (ARRC) kelas AP250 musim 2019, prestasi yang menempatkannya sebagai salah satu pembalap papan atas Asia. Ia juga mencatatkan prestasi nasional dengan meraih medali emas PON XX Papua, membawa nama daerah yang dibelanya di ajang olahraga nasional tersebut.
Di tingkat nasional, Awhin dikenal sebagai pembalap yang konsisten dan kerap naik podium. Pada SCP 2025, ia memperkuat tim SWR Tuan Muda Catam Solid R22 Racetech BKRT Chans Racing dan tetap tampil kompetitif di tengah persaingan pembalap muda.
Tak hanya itu, Awhin juga sedang berada di posisi puncak klasemen Sulawesi Cup Race (SCR) 2025. Hingga menjelang putaran terakhir dari lima seri, ia mengoleksi 82 poin dan telah mengantongi tiga gelar juara umum SCR di berbagai kelas bersama tim Anta Jaya Kate Moboer. Prestasi tersebut menegaskan bahwa Awhin pergi saat performanya masih berada di puncak.
Kabar wafatnya Awhin Sanjaya menyebar cepat dan mengejutkan dunia balap motor Indonesia. Ucapan belasungkawa membanjiri media sosial dan grup percakapan komunitas balap. Banyak rekan dan penggemar mengenang Awhin sebagai sosok pendiam, rendah hati, dan selalu murah senyum.
Bupati Luwu Utara, Andi Rahim, turut menyampaikan duka cita. “Duka cita mendalam atas berpulang ke rahmatullah Putra Kebanggaan Kabupaten Luwu Utara,” tulisnya melalui status WhatsApp, dikutip Senin (15/12/2025).
Ungkapan duka juga disampaikan akun resmi Asia Road Racing Championship (ARRC) yang menyebut Awhin sebagai pesaing tangguh dan pribadi ceria yang meninggalkan jejak penting di lintasan Asia.
Hingga saat ini, pihak penyelenggara SCP 2025 maupun otoritas balap belum merilis keterangan resmi terkait kronologi lengkap dan penyebab pasti kecelakaan yang merenggut nyawa Awhin Sanjaya. Publik masih menantikan penjelasan lebih lanjut, seiring meningkatnya perhatian terhadap aspek keselamatan balap.
Awhin Sanjaya telah berpulang. Namun prestasi, dedikasi, dan ketekunannya di lintasan akan terus dikenang sebagai bagian penting dari sejarah balap motor Indonesia.
(Sn/Jn)

Tinggalkan Balasan