Tolak Kontraktor Luar, Warga Lutra Hadang Alat Berat Proyek Sawah 14 Ribu Hektar
SENTRUMnews.com, LUWU UTARA – Proyek cetak sawah seluas 14.000 hektare di berbagai desa di Kecamatan Malangke Barat, Luwu Utara, Sulsel, mulai memanas. Warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Luwu Utara menolak keras kehadiran kontraktor dari luar daerah. Bahkan, warga siap memboikot proyek dan menghadang alat berat (exca) yang sudah mulai masuk ke lokasi.
Aksi protes ini berlangsung Senin (6/10/2025). Warga menilai pengerjaan proyek strategis tersebut seharusnya melibatkan pengusaha lokal, bukan kontraktor luar yang dinilai tidak memahami kondisi sosial dan geografis wilayah.
“Kami tegas menolak. Kalau tetap dipaksakan, kami akan boikot dan hadang alat berat,” tegas Burhanudin, perwakilan aliansi warga dalam keterangannya.
Menurut Burhanudin, alat berat milik kontraktor luar bahkan sudah dikirim ke lokasi tanpa koordinasi atau izin resmi dari pemerintah daerah. Hal ini makin menyulut emosi warga.
“Ini tanah kami, seharusnya kami yang diberdayakan. Kalau dikerjakan orang luar, manfaatnya lari, masyarakat lokal cuma jadi penonton,” imbuhnya.
Warga menilai proyek cetak sawah ini seharusnya menjadi peluang untuk meningkatkan ekonomi lokal dan kemandirian pangan. Namun jika kontraktor luar yang menggarap, potensi pemberdayaan masyarakat lokal akan hilang begitu saja.
Tak hanya itu, warga juga mencurigai ada unsur ketidakterbukaan dalam proses penunjukan kontraktor.
Aliansi menyatakan akan terus mengawal proyek ini dan mendesak pemerintah memastikan pengerjaan dilakukan oleh pihak lokal. Mereka juga menyerukan transparansi dan keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan pelaksanaan proyek.
(Rs/Jn)

Tinggalkan Balasan