Belajar dari Palopo, 40 Peserta PKA PPSDM Makassar Telusuri Jejak Ketahanan Pangan
SENTRUMnews.com, PALOPO — Kota Palopo menjadi laboratorium lapangan bagi 40 peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan IV Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Regional Makassar tahun 2025.
Dengan mengusung tema “Urbanagri: Kota Tumbuh, Rakyat Tangguh Pangan”, studi lapangan ini bukan sekadar rutinitas birokratis, melainkan upaya nyata menggali praktik-praktik ketahanan pangan dan lingkungan hidup berbasis lokalitas.
Dilaporkan dua dinas menjadi fokus observasi: Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Palopo. Di sinilah peserta dihadapkan langsung pada realitas kerja pemerintah daerah dalam mengelola isu-isu penting seperti ketahanan pangan, urban farming, hingga pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Kepala Bagian Tata Usaha PPSDM Kemendagri, Widyastuti, M.Si, mengatakan keberhasilan seorang pemimpin tidak cukup dibentuk melalui teori dan pembelajaran formal semata, melainkan melalui keberanian membaca situasi nyata di lapangan dan mengambil keputusan dalam kondisi yang sering kali tidak ideal.
“Kepemimpinan tak lahir di ruang kelas, tapi tumbuh dari keberanian membaca situasi dan mengambil keputusan,” ujar Widyastuti, M.Si, dalam sambutannya, Senin kemarin (25/8/2025), di ruang pertemuan Ratona Kantor Wali Kota Palopo.
Widyastuti menekankan pentingnya studi lapangan sebagai ruang refleksi sekaligus uji keterampilan peserta dalam merancang solusi atas permasalahan publik, bukan hanya menyalin teori.
“Di sinilah pemimpin diuji, di antara kenyataan, keterbatasan, dan harapan masyarakat,” imbuhnya.
Wali Kota Palopo melalui Staf Ahli Bidang Kesra, Drs. Taufik Gurrahman, M.Si menyambut hangat rombongan peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, dari Sulawesi Barat hingga Kalimantan Timur.
Ia berharap kunjungan ini tak hanya membawa pulang catatan administratif, tetapi juga inspirasi nyata bagi perbaikan pelayanan publik di daerah masing-masing.
“Silakan gali semua pengalaman yang ada di Palopo. Ambil yang baik, dan bila ada masukan, kami sangat terbuka,” ujarnya.
Studi lapangan ini juga menjadi ruang bertukar ide lintas wilayah. Setiap peserta datang dengan latar belakang masalah dan praktik yang berbeda. Pertemuan ini menjadi titik temu antara keragaman pendekatan, dari pertanian pegunungan Toraja Utara hingga pesisir Bone Bolango.
Palopo, kota yang tumbuh tenang di jazirah Utara Sulawesi Selatan, tak hanya menawarkan keindahan dan kuliner. Ia kini menjadi ruang belajar tentang bagaimana kota bisa tetap bertumbuh sambil menjaga ketangguhan pangan dan kelestarian lingkungan.
(Rs/Jn)

Tinggalkan Balasan