SENTRUMNEWS.COM

Informasi Menginspirasi

Riza Rahmayadi Mengemuka di Bursa KNPI Pesawaran, Angkat Isu Bonus Demografi

Riza Rahmayadi saat menyampaikan gagasannya terkait bonus demografi dan masa depan pemuda di tengah bursa Ketua KNPI Pesawaran. (Foto: Dok. Ist)

SENTRUMnews.com, PESAWARAN — Bursa calon Ketua Umum KNPI Kabupaten Pesawaran mulai ramai diperbincangkan. Di tengah dinamika suksesi organisasi kepemudaan itu, nama Riza Rahmayadi mulai mengemuka.

Riza dinilai bukan sekadar hadir sebagai kandidat, tetapi membawa rekam jejak aktivisme dan gagasan soal masa depan pemuda Pesawaran.

Di kalangan aktivis muda, Riza dikenal tumbuh dari proses kaderisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Organisasi itu disebut membentuk karakter kritis sekaligus kepeduliannya terhadap persoalan sosial.

Semasa mahasiswa, ia aktif dalam berbagai forum diskusi, advokasi, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan. Bagi Riza, gagasan tidak cukup hanya dibicarakan, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata.

Tak sedikit pandangannya mencuat di forum-forum nasional. Ia kerap mengkritik kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat, namun tetap menawarkan solusi sebagai jalan keluar.

Kini, pengalaman tersebut membawanya masuk dalam bursa calon Ketua KNPI Pesawaran.

“Pesawaran punya potensi besar. Tinggal bagaimana pemuda diberi ruang untuk bergerak dan berkarya,” kata Riza dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).

Menurutnya, KNPI ke depan tidak boleh hanya menjadi organisasi seremonial. Ia ingin KNPI hadir sebagai rumah besar bagi pemuda untuk tumbuh, belajar, dan mengembangkan potensi diri.

“Kita akan bedah bersama potensi Pesawaran. Jangan sampai wadah yang sudah ada justru disia-siakan,” tegasnya.

Riza mengaku ingin mendorong pembinaan generasi muda agar lebih siap menghadapi tantangan masa depan, terutama menyongsong bonus demografi.

Ia menilai bonus demografi dapat menjadi peluang besar jika pemuda dipersiapkan dengan baik. Namun sebaliknya, kondisi itu bisa menjadi persoalan apabila kualitas sumber daya manusia tidak diperkuat.

Menurutnya, masih ada sejumlah tantangan yang dihadapi pemuda, mulai dari kesenjangan kualitas SDM, terbatasnya lapangan pekerjaan, hingga disrupsi teknologi dan digitalisasi.

Selain itu, ia juga menyoroti masih minimnya ruang partisipasi pemuda dalam pembangunan daerah.

“Bonus demografi itu peluang besar. Tapi kalau pemudanya tidak disiapkan, justru bisa jadi masalah. Di sinilah pentingnya pembinaan yang serius dan berkelanjutan,” ujarnya.

Riza juga menyinggung tantangan mewujudkan visi Lampung Maju menuju Indonesia Emas. Ia menilai ketimpangan pembangunan antarwilayah dan rendahnya daya saing pemuda lokal masih menjadi pekerjaan rumah.

Menurutnya, banyak pemuda potensial memilih keluar daerah karena minimnya peluang berkembang di kampung halaman.

Karena itu, ia menegaskan KNPI harus menjadi ruang konsolidasi gerakan pemuda yang mampu melahirkan ide dan aksi nyata bagi daerah.

“Kalau kita ingin Lampung benar-benar maju, maka pemudanya harus berdiri di depan, bukan di pinggir. KNPI harus jadi rumah besar yang menghidupkan harapan itu,” pungkasnya.

(Rs/Sn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!