“Jumat Keramat” Pemerintahan Palopo Baru, Hampir Semua Eselon II Diganti
SENTRUMnews.com, PALOPO – Jumat (13/2/2026) sore menjadi momen bersejarah bagi pemerintahan Wali Kota Naili Trisal dan Wakil Wali Kota Akhmad Syarifuddin (Ome) dengan slogan Palopo Baru. Di Auditorium Sakotae, Wali Kota Naili mengumumkan mutasi besar-besaran yang merombak total struktur birokrasi kota.
Dari 38 OPD sebelumnya, kini hanya tersisa 25 dinas dan badan, artinya 13 OPD dilebur atau dirampingkan. Hampir seluruh pejabat eselon II, termasuk kepala dinas, kepala badan, asisten, dan staf ahli, diganti, menegaskan komitmen Pemkot untuk membangun Palopo Baru dengan wajah birokrasi yang segar.
Hanya Dua yang Bertahan
Di tengah “badai” pergeseran jabatan, hanya dua nama yang tetap di posisinya: Irsan Anugrah sebagai Kepala Dinas Kesehatan dan Haryanto sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Permukiman.
Sinyalnya jelas. Sektor kesehatan dan infrastruktur dianggap krusial dan butuh kesinambungan. Selebihnya, wajah birokrasi berubah drastis.
Sejumlah nama kini menempati posisi strategis. Abdul Waris dipercaya memimpin BPKAD. Ade Chandra mengisi kursi Kepala Badan Perencanaan dan Riset Daerah. Amir Santoso menjabat kepala Inspektorat.
Andi Enceng ditunjuk sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan. Andi Farid Baso Rachim memimpin BPBD. Andi Muzakkir Poke menjadi Kasatpol PP. Emil Nugraha Salam memegang Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Hamsir Hamid memimpin Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian.
Raodatul Jannah membawahi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk. Munasirah memimpin Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian. Zulkifli Haliq dipercaya sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah.
Di level eselon IIIA, Khadisyah dilantik sebagai Sekretaris BKPSDM, Saenal Sahid sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga, serta Imam Darmawan Makkawaru sebagai Sekretaris BPKAD.
Dari 38 ke 25, Apa yang Berubah?
Sebelum perampingan, OPD berdiri sendiri-sendiri: Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Dinas Perikanan, hingga Dinas Transmigrasi. Kini, sejumlah urusan dilebur.
Sosial, tenaga kerja, dan transmigrasi disatukan. Kominfo digabung dengan statistik dan persandian. Perdagangan dan perindustrian menyatu dengan koperasi dan UMKM. Bahkan fungsi riset dimunculkan dalam badan perencanaan yang baru.
Langkah ini disebut sebagai upaya efisiensi dan penyederhanaan struktur. Namun publik bertanya: apakah lebih ramping otomatis lebih efektif?
Perombakan besar di awal masa jabatan memang lazim. Kepala daerah membutuhkan tim yang seirama dengan visi dan target kerja. Tapi perampingan drastis juga menyimpan risiko adaptasi yang lambat, tumpang tindih kewenangan, hingga potensi gangguan layanan.
Kini sorotan tertuju pada hasil. Apakah 25 OPD ini akan bekerja lebih cepat dan responsif dibanding 38 sebelumnya? Atau justru masa transisi akan menghambat pelayanan?
Satu hal yang pasti, peta birokrasi di Palopo telah berubah dalam dinilai sebagai “Jumat Keramat”. Palopo Barubukan lagi sekadar slogan kampanye. Sejak hari pertama, ia sudah dipertaruhkan di meja kinerja.
Pemerintah Kota Palopo Hasil Mutasi Perdana:
- Abdul Waris – Kepala BPKAD
- Ade Chandra – Kepala Badan Perencanaan dan Riset Daerah
- Amir Santoso – Kepala Inspektorat
- Andi Enceng – Asisten Perekonomian dan Pembangunan
- Andi Farid Baso Rachim – Kepala Pelaksana BPBD
- Andi Muzakkir Poke – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja
- Asmiati – Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi
- Asnita Darwis – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
- Charlie Arli – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
- Emil Nugraha Salam – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
- Hamsir Hamid – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian
- Haryanto – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Permukiman
- Ilham Hamid – Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM
- Irfan Dahri – Asisten Administrasi Umum
- Irsan Anugrah – Kepala Dinas Kesehatan
- Muhammad Ikhsan Asharuddin – Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan
- Munasirah – Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian
- Nuryadin – Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum dan Pemerintahan
- Nurleli – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
- Rahmad – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan
- Raodatul Jannah – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk
- Sitti Baderiah – Kepala Dinas Perhubungan
- Syamsul Alam – Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi Pembangunan
- Zulkifli Haliq – Kepala Badan Pendapatan Daerah
- Taufiq – Sekwan DPRD (Belum di Evaluasi)
Daftar ini merupakan pejabat eselon II hasil perampingan struktur organisasi perangkat daerah dalam pemerintahan baru.
(Sn/Jn)

Tinggalkan Balasan