Walmas Dinilai Belum Layak Jadi DOB, Legislator Lutim Menuai Kecaman
SENTRUMnews.com, PALOPO – Pernyataan legislator DPRD Luwu Timur (Lutim) H.M. Siddiq BM, yang menyebut wilayah Wotu lebih layak menjadi daerah otonomi baru (DOB) dibanding Walenrang-Lamasi (Walmas), menuai kecaman dari warga dan aktivis Walmas. Mereka menilai pernyataan itu bisa memecah persatuan dalam perjuangan pemekaran Provinsi Luwu Raya.
Bekas Wakil Ketua DPRD Lutim ini menyampaikan pendapatnya saat pertemuan anggota DPRD se-Luwu Raya di Gedung DPRD Palopo, Kamis (5/2). Ia menegaskan, pembentukan DOB harus melalui kajian matang dan tidak bisa dipaksakan, menyoroti rencana DOB Luwu Tengah yang dinilainya belum siap secara administratif maupun ekonomi.
“Kalau dipaksakan, tiga tahun ke depan dikembalikan ke induknya. Kajiannya belum ada apa-apa,” kata Siddiq saat rapat dewan se-Luwu Raya.
Legislator NasDem itu Ia juga menyinggung dinamika politik pemekaran Provinsi Tana Luwu yang dinilainya masih menghadapi banyak kendala administratif dan kajian teknis.
Pernyataan Siddiq memicu reaksi keras dari pejuang tragedi Walmas berdarah 2013, M. Khalil Akbar. Ia menegaskan, pembentukan DOB Luwu Tengah adalah syarat mutlak menuju Provinsi Luwu Raya dan tidak bisa ditawar.
“Dalam proses perjuangan hari ini, seharusnya kita saling menguatkan lewat persatuan. Tapi pernyataan legislator Lutim justru bisa memicu perpecahan yang akan menjadi penghambat perjuangan,” kata eks Presiden BEM UNCP ini, Jumat (6/2/2026).
“Pokoknya tidak bisa ditawar. Jangan coba-coba pancing orang Walmas bertindak, kami sudah sumbang satu nyawa dalam proses perjuangan ini,” lanjut mantan aktivis yang sempat ditahan pada demonstrasi 2013 itu.
Terpisah, mantan Ketua Ikatan Mahasiswa Walenrang Lamasi (IMWAL), Feryanto, menekankan posisi Walmas tidak bisa diremehkan. Secara administratif, wilayah ini telah memenuhi syarat dengan enam kecamatan, lebih dari 100 ribu penduduk, dan basis ekonomi yang kuat di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, serta UMKM.
“Anggapan bahwa Walmas belum siap secara ekonomi tidak berdasar dan mengabaikan realitas lapangan,” kata Feryanto.
Ia juga menekankan pentingnya Walmas dalam sejarah perjuangan pemekaran Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya.
“DOB Luwu Tengah adalah fondasi administratif Provinsi Luwu Raya. Walmas bukan beban, melainkan akar sejarah dan kekuatan utama,” pungkasnya.
Pernyataan legislator H.M. Siddiq BM soal Wotu lebih layak DOB memicu protes warga dan aktivis Walmas, mencerminkan perjuangan pemekaran Luwu Raya yang dinilai belum transparan dan hanya dikonsumsi elit politik lokal.
(Sn/Jn)

Tinggalkan Balasan