SENTRUMNEWS.COM

Informasi Menginspirasi

Investasi Sulsel Tumbuh 39 Persen dan Tembus Rp19,5 Triliun di 2025, Tambang Jadi Andalan

Kolase Foto: Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wagub Fatmawati Rusdi dengan alat berat yang mengangkut tanah di Tana Luwu, Sulawesi Selatan. (Dok. Ist)

SENTRUMnews.com, MAKASSAR — Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatatkan kinerja investasi yang impresif sepanjang 2025. Realisasi investasi mencapai Rp19,544 triliun, atau tumbuh 39,25 persen dibandingkan tahun sebelumnya hanya sejumlah Rp14,035 triliun.

Capaian tersebut juga melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebesar Rp16,610 triliun. Artinya, realisasi investasi Sulsel telah menembus 118 persen dari target yang ditetapkan.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menilai lonjakan investasi ini sebagai sinyal meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha dan arah pembangunan daerah.

Dari sisi sumber modal, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih mendominasi dengan nilai investasi mencapai Rp11,528 triliun. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp8,016 triliun.

Komposisi tersebut menunjukkan peran kuat investor domestik yang ditopang masuknya modal asing secara berkelanjutan. Pemprov Sulsel menilai keseimbangan ini menjadi fondasi yang relatif stabil di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Pertumbuhan investasi turut berdampak pada peningkatan penyerapan tenaga kerja. Sepanjang 2025, tercatat 26.130 tenaga kerja Indonesia (TKI) dan 294 tenaga kerja asing (TKA) terserap di berbagai sektor usaha.

Jumlah tersebut meningkat 12,12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, pemerintah belum merinci kualitas dan jenis lapangan kerja yang tercipta dari realisasi investasi tersebut.

Pertambangan Masih Jadi Andalan
Berdasarkan sektor usaha, lima kontributor utama realisasi investasi di Sulawesi Selatan berasal dari sektor pertambangan; perumahan, kawasan industri, dan perkantoran; perdagangan dan reparasi; transportasi, pergudangan, dan komunikasi; serta industri makanan.

Dominasi sektor pertambangan menunjukkan bahwa struktur investasi Sulsel masih bertumpu pada sektor primer, dengan nilai tambah industri hilir yang masih terbatas.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulawesi Selatan, Asrul Sani, menyebut capaian tersebut sebagai indikator menguatnya daya saing daerah.

“Secara keseluruhan, data tahun 2025 menunjukkan bahwa Sulawesi Selatan terus memperkuat posisinya sebagai destinasi investasi yang menarik di Indonesia, didukung oleh kepercayaan investor domestik maupun mancanegara,” kata Asrul dalam keterangannya, dikutip Kamis (5/2/2026).

Mantan Pj Wali Kota Palopo ini menambahkan, di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, Pemprov Sulsel terus mendorong kemudahan perizinan usaha untuk menarik investasi.

“Sesuai arahan pimpinan daerah, kemudahan pelayanan perizinan terus diperkuat agar investor mau menanamkan modalnya di Sulawesi Selatan. Dampaknya bukan hanya pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pembukaan lapangan kerja,” ujarnya.

Meski demikian, ke depan tantangan yang dihadapi adalah memastikan investasi yang masuk mampu mendorong industrialisasi, penciptaan lapangan kerja berkualitas, serta mengurangi ketergantungan pada sektor ekstraktif agar pertumbuhan ekonomi lebih berkelanjutan.

(Rs/Sn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Klik untuk Baca:

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!