Anggota DPR RI Ubas Koordinasi dengan Kepala Daerah, Jalan Pemekaran Provinsi Luwu Raya ke Prabowo Terbuka
SENTRUMnews.com, JAKARTA – Anggota DPR RI dari Komisi VI Fraksi Partai Gerindra, Capt Unru Baso S.M., M.MAR (Ubas), menyatakan dukungan penuh terhadap perjuangan mahasiswa dan masyarakat yang mendorong pembentukan Provinsi Luwu Raya.
Ubas, yang merupakan Wija To Luwu, menegaskan aspirasi ini merupakan kelanjutan perjuangan panjang yang telah berlangsung puluhan tahun.
“Apa yang dilakukan teman-teman mahasiswa dan masyarakat saya dukung. Langkah perjuangannya sudah tepat, karena tujuan kita sama, yakni memekarkan Luwu Raya menjadi provinsi,” ujarnya kepada wartawan, dikutip Selasa (27/1/2026), setelah tiba di Jakarta dari Palopo, tempat ia memantau aksi unjuk rasa selama tiga hari.
Politisi Gerindra itu menekankan dukungan politik tidak boleh mengorbankan kedamaian sosial. Ia mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga ketertiban dan mencegah konflik horizontal di tengah masyarakat.
“Kita tidak ingin perjuangan ini justru memunculkan konflik antar sesama masyarakat, baik antara pengunjuk rasa maupun dengan pihak lainnya. Semangat perjuangan harus tetap dibarengi dengan sikap saling menjaga,” tegasnya.
Selain itu, Ubas mengungkapkan telah melakukan koordinasi dengan para kepala daerah di wilayah Luwu Raya. Pertemuan lanjutan direncanakan pada 9 Februari 2026 di Jakarta, bersama Ketua DPD Partai Gerindra Sulsel, Andi Iwan Aras.
Agenda utama pertemuan tersebut adalah merumuskan langkah strategis, termasuk pembahasan dengan Menteri Dalam Negeri, dan membuka jalur komunikasi politik untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada Presiden Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
Meski dukungan politik telah terbangun, Ubas mengakui pembentukan Provinsi Luwu Raya masih menghadapi tantangan administratif. Penyusunan naskah akademik dan kelengkapan dokumen menjadi fokus prioritas sebelum aspirasi resmi diajukan ke pemerintah pusat.
“Kita masih terkendala di aspek administrasi. Itu yang menjadi prioritas utama. Naskah akademik sementara kami kerjakan untuk menunjang seluruh kelengkapan persyaratan,” jelasnya.
Di akhir pernyataannya, Ubas kembali menyerukan semangat perjuangan yang konsisten, namun selalu diiringi sikap persatuan dan ketertiban.
“Teruslah berjuang teman-teman, tetapi mari kita saling menjaga. Jangan sampai perjuangan ini justru merugikan kita sendiri atau memecah persaudaraan,” pungkasnya.
Perjuangan pemekaran Provinsi Luwu Raya kini berada pada persimpangan politik dan administrasi. Dukungan tokoh politik seperti Ubas menjadi penting, namun keberhasilan aspirasi ini akan bergantung pada koordinasi antar kepala daerah, kelengkapan dokumen, dan diplomasi politik yang cermat.
(**/Sn)

Tinggalkan Balasan