Sudah Tayang di LPSE! Proyek Rp278,6 M Perbaiki 157 Km Jalan di Sulsel, Luwu Raya Prioritas
SENTRUMnews.com, PALOPO — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyiapkan anggaran Rp 278,63 miliar untuk memperbaiki dan memelihara 157,49 kilometer jalan provinsi melalui Paket Preservasi Jalan Paket 6. Pengumuman prakualifikasi tender paket ini resmi ditayangkan di LPSEpada 7 Januari 2026.
Proyek tersebut masuk dalam skema Multi-Year Project (MYP) 2025–2027 dengan pola kontrak tahun jamak (Multi Years Contract/MYC) dan dibiayai dari APBD 2026–2027. Pekerjaan dilaksanakan menggunakan sistem rancang bangun (design and build) dengan kontrak lumpsum.
Dari total 20 titik ruas jalan yang ditangani, Luwu Raya—yang mencakup Kabupaten Luwu dan Kota Palopo—menjadi salah satu wilayah prioritas, khususnya di kawasan utara Sulawesi Selatan. Sejumlah ruas strategis penghubung Toraja Utara–Luwu–Palopo masuk dalam paket preservasi ini.
Ruas yang akan ditangani di antaranya batas Toraja Utara–Pantilang–Bua, Tedong Bonga–Buntao hingga batas Kabupaten Luwu, serta Pantilang–Bonglo sampai batas Kota Palopo. Jalur tersebut merupakan akses vital bagi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik dari wilayah pegunungan Toraja menuju pusat ekonomi Luwu Raya dan pesisir Teluk Bone.
Selain itu, pekerjaan juga mencakup ruas pendukung di sekitar Rantepao, Pangala, Baruppu, hingga perbatasan Provinsi Sulawesi Barat, termasuk akses menuju Bandara Pongtiku. Ruas-ruas ini selama ini menjadi tulang punggung konektivitas wilayah utara Sulsel.
“Preservasi jalan paket 6 merupakan bagian dari komitmen pemerintah provinsi dalam menjaga kemantapan jalan provinsi secara merata di seluruh wilayah,” kata Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Irawan Dermayasamin, dikutip Jumat (9/1/2026).
Tak hanya di wilayah utara, paket ini juga menyasar daerah tengah dan selatan Sulsel, seperti Jeneponto, Bantaeng, Pinrang, Maros, hingga kawasan metropolitan Makassar.
Di Mamminasata, pekerjaan dilakukan di ruas Parang Loe–Tamalanrea Raya, batas Makassar–Pamanjengan–Benteng Gajah, serta jalan protokol Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Dr Ratulangi.
Secara teknis, lingkup pekerjaan meliputi penyusunan Detail Engineering Design (DED), rekonstruksi dan pekerjaan berkala jalan, penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), hingga pemeliharaan pascakonstruksi.
Dengan nilai ratusan miliar dan panjang ratusan kilometer, proyek ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah, terutama Luwu Raya sebagai simpul penghubung kawasan utara Sulawesi Selatan, sekaligus mendorong kelancaran distribusi barang dan pertumbuhan ekonomi daerah.
(Rs/Jn)

Tinggalkan Balasan