SENTRUMNEWS.COM

Informasi Menginspirasi

Status WhatsApp Berisi Fee Proyek yang Menghebohkan Pangkep

Ilustrasi status WhatsApp. (FT: Dok. Ist)

SENTRUMnews.com, PANGKEP — Jagat percakapan digital di Pangkep heboh sejak Jumat malam setelah beredar screenshot status WhatsApp berisi percakapan dugaan pembagian fee proyek pemerintah. Tangkapan layar itu cepat menyebar di berbagai grup dan memicu perdebatan soal integritas pejabat serta praktik percaloan proyek di daerah.

Dalam screenshot tersebut terlihat narasi pembagian persentase komisi untuk sejumlah pihak, baik internal maupun eksternal. Namun keaslian percakapan itu belum terverifikasi. Nomor pengunggah status yang dikaitkan warganet dengan salah satu anggota DPRD juga belum dapat dipastikan. Upaya konfirmasi media ke nomor tersebut tak mendapat respons.

Keriuhan ini turut disorot Badan Kehormatan DPRD Pangkep. Anggotanya, Umar Haya, mengaku mengetahui isu itu melalui konten TikTok, bukan laporan resmi.

“Saya baru mengetahui setelah melihat konten viral yang membahas isi status WhatsApp itu. Tapi kami belum bisa menyimpulkan apa pun sebelum ada penelusuran lebih lanjut,” ujarnya kepada wartawan, dikutip Minggu (23/11/2025).

Pernyataan Umar menunjukkan adanya ironi: isu yang menyangkut etika anggota dewan justru pertama kali diketahui melalui kanal tidak resmi, sementara mekanisme internal belum berjalan.

Lahirnya Spekulasi di Ruang Sunyi Klarifikasi
Penelusuran awal menunjukkan status WhatsApp itu diduga diunggah beberapa hari sebelum viral. Penyebarannya meluas setelah dibagikan berantai di grup percakapan. Di tengah ketiadaan klarifikasi dari pihak-pihak yang disebut, ruang spekulasi pun berkembang.

Warga menilai isu ini harus segera ditindaklanjuti melalui penjelasan terbuka dan pemeriksaan internal. Bukan hanya untuk membuktikan benar atau tidaknya percakapan itu, tetapi juga untuk memastikan tata kelola proyek daerah tidak dikesankan berlangsung di balik layar lewat praktik pembagian keuntungan.

Jika benar terjadi, praktik pengaturan fee proyek jelas bertentangan dengan prinsip pemerintahan yang bersih. Namun hingga kini tak ada pernyataan resmi dari pihak-pihak yang diduga terlibat.

Kasus ini menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk menguji integritas serta akuntabilitas pejabat publiknya. Publik kini menunggu langkah resmi agar isu yang beredar tak berkembang liar atau dimanfaatkan pihak tertentu untuk kepentingan politik.

Lebih dari sekadar screenshot, kasus ini memperlihatkan bagaimana satu status WhatsApp dapat menjadi pintu masuk menelisik transparansi pengelolaan proyek daerah—sebuah isu yang selama ini sering bergerak di ranah gelap percakapan tertutup.

(**/Ma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Klik untuk Baca:

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!