Tadah Hujan Jadi Solusi, Petani di Kalamesue Pangkep Gotong Royong Bangun Irigasi Darurat
SENTRUMnews.com, PANGKEP — Di tengah keterbatasan air dan menipisnya curah hujan, petani di Dusun Kalamesue, Desa Barabatu, Kabupaten Pangkep, bahu-membahu membangun irigasi darurat berbasis tadah hujan. Langkah itu dilakukan Selasa (4/11/2025) untuk memastikan musim tanam padi tetap berjalan.
Inisiatif ini lahir dari semangat warga, tanpa bantuan pemerintah. Dengan peralatan sederhana, mereka memperbaiki saluran air yang menentukan nasib panen.
“Dengan gerakan perbaikan irigasi ini, kami optimistis produktivitas pertanian akan meningkat signifikan,” kata Rusdi Jafar, tokoh masyarakat setempat.
Bagi warga Kalamesue, air bukan hanya kebutuhan pertanian, tapi juga sumber kehidupan. Ketika jaringan irigasi alami tak memadai, gotong royong menjadi solusi utama. Ketersediaan air sangat menentukan kualitas dan kuantitas padi, komoditas utama yang menopang ekonomi lokal.
Rusdi menambahkan, upaya ini murni swadaya warga tanpa dana desa atau proyek pemerintah. “Ini murni hasil swadaya. Tidak ada dana desa, tidak ada proyek. Hanya semangat kebersamaan,” ujarnya.
Meski irigasi yang dibangun masih sementara, warga berharap pemerintah daerah memperhatikan usaha mereka. Sistem tadah hujan ini dianggap solusi darurat sembari menunggu pembangunan jaringan irigasi permanen.
“Ke depan, kami akan mengusulkan pembangunan irigasi permanen. Semoga inisiatif ini meningkatkan hasil panen di Kalamesue,” tambah Rusdi.
Di tengah perubahan iklim dan keterbatasan anggaran, semangat gotong royong warga Kalamesue menjadi contoh ketahanan sosial pedesaan. Dari lumpur dan keringat, lahir harapan baru: solidaritas warga bisa menjadi modal kuat membangun pertanian berkelanjutan.
Meski saat ini irigasi yang dibangun masih bersifat sementara, warga berharap upaya mereka dapat menjadi perhatian pemerintah daerah. Sistem tadah hujan yang mereka bangun dianggap solusi darurat, sembari menunggu pembangunan jaringan irigasi permanen.
(Ma/Sn)

Tinggalkan Balasan