Sampah Menumpuk di Takkalala Palopo, TPS Masih Tertahan di Meja Pembayaran
SENTRUMnews.com, PALOPO – Sampah rumah tangga menumpuk di kawasan Griya Sitrah II, Kelurahan Takkala, Kota Palopo. Warga mengeluhkan belum tersedianya Tempat Penampungan Sementara (TPS) di lokasi tersebut.
Kepala DLH Palopo, Emil Nugraha, mengatakan pembangunan TPS masih menunggu usulan lokasi dari kelurahan. Namun, lahan yang diajukan belum dibayarkan sehingga belum bisa direalisasikan.
Kelurahan Takkalala mengaku kesulitan mendapat lahan yang disetujui warga. TPS alternatif di Jalan Pemuda juga masih tertunda karena proses pembayaran lokasi.
“Untuk pembangunan bak TPS di sekitar Griya Sitrah II, kami tinggal menunggu usulan dari kelurahan setempat terkait titik yang disepakati. Kalau sudah ada, nanti pengangkutannya bisa terjadwal,” kata Emil saat dikonfirmasi, Jumat (10/10/2025).
Menurut Emil, beberapa bak TPS sebelumnya juga telah dibangun berdasarkan usulan dari kelurahan lain. “Kami hanya menindaklanjuti jika sudah ada lokasi yang jelas dan disetujui,” ujarnya.
Namun pernyataan Emil dibantah oleh Lurah Takkalala, Hamka. Ia mengatakan pihak kelurahan kesulitan mencari lahan kosong di sekitar Griya Sitrah II. Bahkan untuk menyimpan bak mobil pengangkut pun tidak tersedia lahan.
“Kami sudah cari solusi, tapi tak ada lahan yang bisa digunakan di sekitar gapura Griya Sitrah II. Tidak ada yang memberi izin,” jelas Hamka.
Solusi Alternatif: TPS di Jalan Pemuda
Sebagai alternatif, pemerintah kelurahan kini mengusulkan pembangunan TPS di Jalan Pemuda, sekitar dua kilometer dari Griya Sitrah II. Lahan berukuran 20×40 meter telah disiapkan untuk pembangunan TPS terpadu, lengkap dengan sistem pemilahan sampah.
“Sosialisasi sudah kami lakukan. Sekarang tinggal menunggu proses pembayaran lokasi yang sudah kami ajukan,” tambahnya.
Meski begitu, warga menilai solusi TPS di Jalan Pemuda belum sepenuhnya menjawab masalah. Lokasi yang terlalu jauh menyulitkan warga Griya Sitrah II untuk membuang sampah secara tertib. Tanpa TPS yang dekat, penumpukan dinilai akan tetap terjadi.
Masalah ini juga menyingkap persoalan yang lebih besar: belum meratanya layanan pengelolaan sampah di Kota Palopo. Akses armada pengangkut masih tersentralisasi di pusat kota, membuat kawasan pinggiran seperti Griya Sitrah II rentan luput dari pelayanan rutin.
“Kami tidak minta fasilitas mewah, hanya sistem yang adil. Kami bayar pajak seperti warga lain, tapi fasilitas dasar seperti TPS saja tidak tersedia,” ujar Ahmad, salah satu warga.
Warga berharap Pemkot Palopo segera turun tangan secara konkret. Mereka menilai TPS bukan sekadar tempat pembuangan, melainkan bentuk nyata hadirnya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
(Sn/Jn)

Tinggalkan Balasan